MEKAR JAYA

.

aku sering lupa kalau kita hidup di tengah masyarakat yang beraneka ragam budaya, suku, ras dan agama. saat tiba di mekar jaya, yang konon katanya kandang singa yang penuh alirannya, aku merasa ada dibelahan dunia yang berbeda. suasana disini membuatku terkesima. kini aku mengerti, perbedaan menjadi kita kaya, dan cuma orang tolol yang tak bisa menerima perbedaan atau setidaknya berjalan seiringan. 


disini kami tinggal disebelah rumah pak kadus mas gogo namanya. yang ku anggap sebagai saudaraku sendiri. dia paham benar setiap sudut kayu aro, berbincang dengannya seperti membaca ensiklopedia. dia baik, sering mengajakku keluar posko hanya untuk urusan yang remeh temeh, padahal itu baik buat diriku. menambah pergaulan. 


kau ingat betapa aku suka senja? senja tidak tampak jelas di cakrawala gunung. hanya saja ada cahaya jingga di bibir langit. ah itu membuat ku kesal. tapi satu hal yang sangatku syukuri ditempat ini. spot di pagi hari didepan posko. terdapat kursi dan meja yang dibuat "dasa wisma" itulah tempatku berbagi cerita, dengan teman ku laura. gadis kecil yang lucu. dia bercerita banyak tentang kisah hidup yang ia alami. sesekali aku memberikan ia pendapat dan saran. begitupun aku sebaliknya. ia sudah ku anggap sebagai adikku  sendiri, meskipun usianya terpaut lebih tua daripada ku. dia orang yang sangat ramah dan ceria. kegembiraan ada pada dirinya. meskipun aku tahu, ada tangis dibalik tawa.


dari cerita yang aku dengar darinya, ia sangat kagum pada hal hal yang belum pernah ia temui. ia bahkan baru merasakan ketika di kayu aro yang dingin dan sunyi, mulutnya bisa mengeluarkan asap. yang membuat kami tertawa terbahak bahak. kadang ia menyebalkan marah marah tidak jelas. walaupun kami tahu ia sedang halangan. ia sangat mudah bergaul. meskipun demikian, ia sangat tidak suka keramaian yang menyebabkan ia kesepian ditengah hiruk pikuk manusia. satu hal yang membuat kami sama. akupun juga demikian. 


aku bercerita banyak tentang kisah hidupku dengan seorang perempuan yang membuat aku kehilangan akal sehat. ah jatuh cinta membuat kita jadi tolol dan tidak berpikir jernih. padahal mabuk cinta pun akan membuat kita sadar juga kan? betul kah demikian?


"dasar cowok brengsek" itulah ucapku seraya mendengar ia bercerita. sudahlah semuanya akan menemui akhir bahkan hujan dibulan juni pun aku ada redanya. petani akan bahagia seiring hujan yang akan reda. malam tadi kabut. yang menyebabkan beberapa teman kami yang sesak nafas. kekhawatiran dan kecemasan. 


malamnya aku resah dan gelisah. tak tahu lagi. salah satu cara untukku menghibur diri adalah dengan melukis sekalian mendengarkan lagu pada earphones dio. yap dio yang temanku semasa bangku kuliah dari semester tiga sampai sekarang. dia sedang jatuh hati pada perempuan yang menyebabkan ia bimbang dengan sikapnya. 


diposko kisah kami sangatlah rumit. kami sudah banyak berubah. yang awalnya kompak sekali, sekarang semua pada canggung disebabkan oleh semua menaruh perasaan yang kusebut dengan "cinta"


ah najis, jijik kalau harus bicara tentang cinta. aku benci untuk mencinta kalau kata naif. lagi lagi laura memberikan aku sedikit ketenangan. ia bilang kalau "sudahlah jo, ia sudah dengan yang lain. bahkan ia tidak menghargai lagi perasaan mu itu. sadari kalau perasaan mu tidak mendarat dengan selamat, bahkan ia malah asik sleepcall dengan teman cowonya, dan mengabaikan perasaanmu. sadarlah, mabukmu"


sejenak aku berpikir, " kau itu laki-laki, kakimu bukan akar, melangkahlah" suara yang jauh dari sanubari pun ikut teriak. entahlah, nikmatin aja, tinggal 2 minggu lagi menanggung ini semua. walaupun pada akhirnya kita menyambut hari hari penuh rindu habis ini. tapi satu yang kupercaya, hubungan beberapa diantar kami akan terjalin dengan baik meskipun kkn ini berakhir. aku sayang kalian

Komentar

Postingan Populer