mtq
setelah semua selesai dengan program individu masing masing, kami akhirnya pada program bersama yang kami rancang sejak awal kami berada di mekar jaya. kami yang sama sama disibukkan dengan dunia masing masing tiba tiba saling badmood tan. entah kami jenuh, atau kami yang lelah dengan keadaan. intinya kami saling menyalahkan satu sama lain.
aku yang ketua malah tidak bisa membimbing anggota supaya semua harmonis, semua punya masalah masing masing. tidak tahu kenapa, semuanya terkena dampaknya, ketidak tegur sapa antara ketua dan sekretaris membuat suasana jadi kacau program pun diombang ambing.
sehari sebelum acara dimulai, saya berinisiatif untuk pergi sendiri ke sungai penuh untuk membeli piala mtq, alasan saya sangat sederhana. saya tidak ingin merepotkan anggota lainnya. tidak enak kalau apa apa harus nyuruh orang lain. kalau bisa dikerjakan sendiri ya kerjakan. setelah saya pulang ke posko, suasana tak lagi sama. semuanya jadi berantakan, undangan untuk perangkat desa dan tokoh masyarakat lainnya belum tersebar, padahal acara akan dilaksanakan besok pagi.
semua tidak mengutamakan acaranya, malah sibuk dengan dunia nya sendiri. aku hanya berguman dalam hati dan mencaci diri sendiri. supaya tidak terjafi keributan, saya mengajak teman cowo lainnya untuk ke masjid, mengatur set up untuk besok. membersihkam masjid dan lain sebagainya.
jam menunjukan 8 pagi, semua sudah siap untuk ke masjid. snack dan lain sebagainya sudah siap untuk dibawa. gugup dan dingin mulai terasa tatkala saya sebagai ketua pelaksana untuk memberi kata sambutan. berkat teman teman yang lainnya yang memberikan semangat membuat saya berani tampil. dan sukses.
acarapun selesai walaupun kami masih betengkar satu sama lain. yang pasti acara selesai dan semua itu kita bicarakan setelahnya.
Komentar
Posting Komentar