BULAN
deras hujan mengetuk genteng rumah, bersamaan dengan petir yang saling membalas batukannya nan sumbang dari kejauhan. selang beberapa jam kemudian, hujan pun berhenti tak tahu kenapa langit yang awalnya memuntahkan cairannya tiba tiba memunculkan cahaya bak lentera dan membawa bulan yang sedang mekar. awan pun terbuka jelas. dikamar yang dindingnya dipenuhi poster band favorit, joe baru saja mendapatkan sebuah informasi dari kampus bahwa ia ditempatkan di salah satu perusahaan bumn, untuk menyelasaikan tugas magang selama dua bulan lamanya. tiba tiba ponselnya memberikan notifikasi disebelah asbak yang dipenuhi puntung rokok. diliriknya handphonenya. nama sang gadis yang ia kenal beberapa minggu yang lalu tertera di layar kunci handphone.
"jadi kan, perginya?"
"otw" jawabnya singkat
joe langsung saja bersigap, menjemput gadis itu yang rumahnya tidak jauh dari rumahnya. entah ada urusan apa meraka malam malam seperti ini. pake pakaian serba hitam. bersamaan dengan motornya menyusuri malam diperbatasan hamparan rawang yang sepi dan sunyi, tak ada pikiran yang lain. yang ia tahu sebentar lagi gadis itu duduk dibelakangnya. layaknya skenario yang sudah disetting matang matang, akhirnya ia berbincang hangat dengan sang gadis.
"coba lihat bulan yang sedang indah indahnya ya"
"mana? oh iyaa, bagus yaa"
sembari melihat keatas langit
"iya, tapi aku ga peduli, ada kamu didekatku, apa yang lebih indah dari itu?"
"aku udah kebal kalo digombalin"
"kalo dinikahin? blm pernah kan hehe"
dua orang manusia itu menembus dinginnya kerinci bersamaan dengan kendaraan yang berlalu lalang. mereka layaknya dua orang yang sudah kenal lama yang padahal baru seminggu. tapi akankah semuanya berakhir sesuai dengan ekspetasi joe? atau joe gagal lagi? entahlah yang ia tahu, dia menemukan pelangi setelah hujannya reda.
"kita beli gorengan dulu ya"
sang gadis mengamini tanpa bersuara sedikitpun, sang lelaki itu melanjutkan menancap gas motornya, sesekali sang lelaki itu menyubit lengannya, untuk membuktikkan kalau ini bukanlah mimpi. kegundahannya berakhir pada hari itu. luka yang menganga ulah masa lalunya. kini ia merasakan kembali dengan apa yang orang sebut "kenyamanan"
sebut saja nama sang gadis itu "raga". pakaian yang tertutup menjadi ciri khasnya ketika hendak berpegian, lelaki itu terhanyut oleh bulatan mata sang gadis. bak candy tatkala melihat senyum raga. dia (raga) sederhana, tidaklah terlalu cantik dalam pengertian umum. tatapan sang gadis nan renjana, mengingatkan ia kembali pada dongeng yang selalu menjadi cerita dikala tidurnya semasa kecil, putri ayu dan sang pangeran. gigi siungnya menjadi pemanis ketika sang gadis tertawa lebar, suara nya yang sedikit parau membuat laki laki yang kalau mendengarnya membayangkan hal yang tidak tidak.
"aku tidak tahu kenapa, setelah jatuh hati kemaren dan sempat dikecewakan, aku gabisa buka hati lagi"
tiba-tiba sang nyeletuk, tidak ditanya ataupun dipancing tentang hal demikian.
"perlahan akan sembuh kok, bahkan hujan petir sekalipun akan menemui reda"
joe seakan memberikan semangat pada sang gadis.
"bahkan aku sekarang tidak percaya pada cowok, semua sama saja, nyakitin"
"tapi kan aku ga nyakitin kamu toh"
ia hanya mengamini
Komentar
Posting Komentar