matahari akan terbenam
jauh di ufuk timur, mentari menampakan wajahnya. dimana semua berasal. sekumpulan awan tampak putih diangkasa. menyambut hangat hari baru, lembaran baru. air mata semalam masih basah di balik tisu putih yang kini sudah berkecamuk. yang pasti, hari berat kemarin sudah selesai terlewati. kerinci kembali menyapa. setiap hari begitu. ia tidak ingin melewati hari hari tanpamu diteras kosmu. petani dibelakang kos selalu berpijak tak kenal waktu. kau mengabadikan itu lewat ponselmu yang tidak bisa digunakan kartu.
acap kali kau teringat masa masa indah, dingin, sejuk dibawah kaki gunung. dimana semua berasal. jauh dari kampung halaman. kau bertemu denganku dan semua mimpi mimpimu. keluarga bahkan musuh sekalipun. yang jelas kita disatukan oleh semesta. aku tidak percaya kebetulan. semua sudah diatur. seperti kataku. (jujur air mataku tumpah saat menulis ini).
tejo, tejoo, tejooo. kawankan aku aaa. tolong aku aa. temenin aku jajan aa.
mungkin ini sudah saatnya, aku tak mendengar lagi kalimat itu. kalimat yang kadangkala sangat aku rindukan akhir akhir ini. aku ingin sekali mengulang waktu, berbagi cerita denganmu diposko itu. tidak rindukah kau kamarku? amel? aku yang sok sok an bijak menceramahi kalian. aku juga ingin kalian ceramahi, mulutku berbusa. kalian hanya mendengarkan. aku juga ingin curhat dengan kalian. tentang percintaanku, tentang keluargaku, tentang semua. tapi aku,,, ah entahlah. laki laki tidak boleh nangis, dan lelaki tidak boleh bercerita.
bicara soal waktu. itu jadi perbincangan akhir akhir ini. mungkin waktu tidak bisa kita tagih kembali. tidak pula kita kembali ke masa lalu. seandainya bisa. satu detik sekarang adalah satu detik yang lalu. waktu, betapa makhluk tak terjamah itu punya kuasa menampilkan banyak kenangan dan segala kontradiksinya. mungkinkah ia akan membawa berita gembira? atau ia hanya memberikan berita duka? betapa tega? akankah kita bertemu di waktu yang sudah ditentukan menurut takdir? semoga. itu saja
Komentar
Posting Komentar